Satu pengemis menggendong anaknya di perempatan simpang SKA, Kota Pekanbaru beberapa waktu lalu. Foto/Pekanlive.com
PEKANLIVE COM,PEKANBARU- Gelandangan dan pengemis (gepeng) masih terlihat di sejumlah persimpangan jalan. Banyak di antaranya masih anak-anak.
Kepala Dinas Sosial Kota Pekanbaru, Chairani tidak menampik ramainya gepeng pada momen Ramadhan 1441 H ini. Mereka tidak berbuat banyak agar para gepeng tetap berada di rumah.
Pihaknya tidak bisa menahan para gepeng yang punya rumah dan keluarga di Kota Pekanbaru. Mereka hanya bisa melakukan rehabilitasi terhadap gepeng yang terlantar.
"Kalau terlantar baru bisa kami arahkan ke panti, kalau punya rumah atau keluarga, ya kami pulangkan," jelas, Minggu (3/5/2020).
Para gepeng asal Kota Pekanbaru memilih ke jalan karena alasan ekonomi. Mereka mengaku hanya ini menyambung hidup.
Pihaknya pun kordinasi dengan instansi lainnya untuk menertibkan para gepeng. Apalagi saat ini dalam kondisi pandemi covid-19. Dinas sedang fokus dalam penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak covid-19.
Proses penertiban mereka lakukan bersama Satpol PP Kota Pekanbaru. Gepeng yang terjaring bakal jalani asesmen dan pendataan.
Mereka yang ada keluaega di Pekanbaru langsung dipulangkan. "Maka kita pun kordinasi dengan satpol pp untuk membantu penertiban," terangnya.
Chairani menyebut pihaknya tidak menyediakan bagi gepeng yang bukan dalam kategori terlantar. Ia menyebut bahwa banyak dari gepeng ternyata punya rumah dan keluarga di Pekanbaru.
Mereka yang memilih di jalan lantaran tidak punya pilihan lain. Ia menilai para gepeng membutuhkan rehab mental agar tidak kembali ke jalan.
Apalagi banyak dari mereka yang ditangkap berulang kali. Mereka yang terjaring punya orangtua dan tidak bisa diamankan dalam waktu lama. (redaksi)