PEKANLIVE.COM,PEKANBARU- Saya melihat fenomena meningkatnya penyalahgunaan narkoba bukan hanya sebagai masalah hukum, tetapi juga sebagai krisis moral, sosial, dan spiritual. Data global menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba saat ini lebih tinggi dibandingkan satu dekade lalu. Hal ini tidak lepas dari pertumbuhan populasi, kemudahan akses terhadap zat terlarang, serta munculnya jenis-jenis narkoba baru yang lebih berbahaya dan adiktif.
Faktor yang mendorong seseorang terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba sangat kompleks dan saling berkaitan. Secara individu, lemahnya kontrol diri, keinginan mencoba hal baru, pelarian dari stres, serta kekosongan spiritual menjadi pintu awal.
Dalam Al-Qur’an, manusia diingatkan untuk menjaga diri dari hal-hal yang merusak akal dan jiwa. Ketika nilai ini tidak tertanam kuat, maka godaan akan lebih mudah masuk. Dari sisi lingkungan, pengaruh teman sebaya sangat dominan, terutama bagi generasi muda yang masih mencari jati diri. Lingkungan keluarga yang kurang harmonis, minim pengawasan, serta kurangnya pendidikan agama juga memperbesar risiko tersebut.
Pencegahan merupakan langkah utama yang harus diutamakan dibanding penindakan. Keluarga menjadi benteng pertama. Orang tua harus mampu membangun komunikasi yang hangat, memberikan pengawasan yang bijak, serta menanamkan nilai agama sejak dini. Kedekatan dengan Al-Qur’an dan ibadah dapat menjadi benteng kuat dari dalam diri.
Nilai-nilai spiritual mampu menumbuhkan ketenangan hati, memperkuat kontrol diri, dan menjauhkan seseorang dari perbuatan yang merusak. Untuk generasi muda, penting untuk memilih lingkungan pergaulan yang sehat, aktif dalam kegiatan positif, serta tidak ragu mencari bantuan ketika menghadapi tekanan hidup.
Dalam perspektif kepolisian, pendekatan humanis, edukatif, dan preventif harus dikedepankan. Sementara dalam perspektif keimanan, menjaga diri dari hal yang haram dan merusak adalah bagian dari tanggung jawab kepada Allah SWT.
Dengan memadukan pendekatan hukum dan nilai-nilai Al-Qur’an, upaya pencegahan narkoba dapat dilakukan secara lebih efektif, tidak hanya menyentuh aspek perilaku, tetapi juga hati dan kesadaran manusia.
* Abdul Rafi Aziz, Taruna tk ll Angkatan 59 Asal Pendaftaran Provinsi Riau