Masih Ada Reklame Rokok di KTR Pekanbaru
Satu tanda peringatan kawasan tanpa rokok pada satu rumah sakit di Kota Pekanbaru.

PEKANLIVE.COM,PEKANBARU- Sejumlah Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kota Pekanbaru ternyata masih terdapat iklan rokok. Padahal sejumlah ruas jalan harus bebas dari papan reklame rokok.

Ada lima ruas jalan yang harus bebas papan reklame rokok. Kelima ruas itu yakni Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Pattimura, Jalan Tuanku Tambusai, Jalan Riau dan Jalan Arifin Ahmad.

Kawasan ini sesuai Peraturan Walikota (Perwako) Pekanbaru No.39 tahun 2014 tentang KTR. Adanya aturan ini memungkinkan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru dan Satpol PP Kota Pekanbaru menertibkan reklame rokok di ruas KTR.

Namun faktanya masih ada reklame rokok di sejumlah ruas jalan ini. Padahal perwako ini sudah diterapkan sejak 2014 silam.

Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Muhammad Noer MBS menegaskan bahwa perwako ini memuat regulasi seputar KTR. Ada area yang dilarang  merokok dan menjual rokok.

"Aturan ini juga melarang untuk mengiklankan atau mempromosikan produk tembakau di ruas jalan protokol," terangnya, Sabtu (1/1/2020).

Pemerintah kota terus memantau iklan rokok di ruas jalan KTR.  Ia menegaskan bahwa di KTR dilarang memajang reklame rokok.

Noer menambahkan bahwa iklan di videotron masih ada dispensasi. Ia menyebut dispensasi hanya videotron yang menayangkan reklame di bawah 60 detik.

"Kalau di bawah satu menit masih dibolehkan," ulasnya.

Noer mengaku pemerintah kota tidak lepas tangan dengan keberadaan videotron. Pemerintah tetap melakukan pengawasan khusus terhadap videotron.

"Jika ada yang melanggar, maka instansi terkait bakal menertibkannya," terangnya.

Noer mengaku penerapan KTR ada dilema. Ia menyebit satu sisi pemerintah kota butuh pajak daerah dari sektor reklame.

Namun pemerintah kota mengaku reklame rokok di perkotaan mulai dibatasi. Bahkan tidak menampik adanya regulasi baru terkait KTR.(redaksi)