PEKANLIVE.COM,PEKANBARU- Ada proses di balik seni. Hal itulah yang membuat Zoey menyukai seni. Setiap kali melihat sebuah karya, ia selalu penasaran bagaimana karya itu dibuat.

"Apa yang dipikirkan pembuatnya dan proses apa yang dilalui sampai akhirnya menjadi satu kesatuan utuh," ujarnya dalam sebuah perjumpaan.
Remaja bernama lengkap Zoey Tay mengaku banyak belajar dari proses karya seni. Ia menuturkan bahwa seni bukan hanya soal hasil akhir, tapi tentang perjalanan, riset, dan pemikiran di baliknya.
"Kebiasaan saya yang selalu ingin memahami sesuatu secara mendalam membuat saya semakin jatuh cinta pada seni," paparnya.
Dirinya mendapat pengaruh banyak dari sang ayah yang sangat kreatif. Ayah Zoey gemar menggambar, bermusik dan melakukan banyak hal kreatif lainnya. Sehingga ia mulai mengenal seni sejak kecil termasuk ballet dan piano.
Zoey bercerita bahwa seni yang paling disukainya adalah musik. Namun Ia juga memiliki ketertarikan dan pengalaman dalam menari, melukis serta membuat kerajinan tangan. Musik tetap menjadi pusat dari ketertarikannya karena di sanalah Zoey merasa bisa mengekspresikan diri.
Siswi SMA Darma Yudha ini mengaku sangat tertarik pada musik klasik, sehingga ia menekuni piano dan biola. Ia mulai bermain piano sejak usia empat tahun, yang berarti sudah sekitar 12 tahun menekuni hobi ini.
"Meskipun musik klasik sering dianggap kaku atau membosankan, bagi saya justru sebaliknya. Setiap karya selalu terasa hidup karena selalu ada ruang untuk berkembang, memperbaiki diri, dan menemukan interpretasi baru," ulasnya.
Zoey begitu menikmati proses berlatih, karena melalui latihan ini bisa belajar memahami musik lebih dalam. Ia juga mengekspresikannya dengan cara saya sendiri. Hobi tersebut juga mengantarkannya bisa tampil di berbagai negara seperti di Eropa, Korea, Singapura hingga Cina. Pementasan ini semakin memperkaya pengalaman dan sudut pandangnya terhadap musik.
Selain itu, Zoey sangat bersyukur karena didampingi oleh guru yang sangat dicintainya. Ia menilai guru pendampingnya memiliki peran besar dalam memperdalam ketertarikan terhadap musik klasik.
"Tanpa bimbingan beliau, saya merasa saya tidak akan bisa berkembang sejauh ini dan meningkatkan kemampuan saya seperti sekarang," ulasnya.

Penyuka warna biru ini berharap dapat terus mendalami dunia musik dan memperkenalkan kepada lebih banyak orang tentang keindahan musik. Ia ingin berbagi pengalaman, emosi, dan makna yang ditemukannya melalui musik, agar orang lain juga bisa merasakan kedalaman dan kehangatan yang sama dari dunia musik klasik. (Redaksi)