PEKANBARU- Bagi Quinaya Huang, seni dan budaya bukanlah sekadar warisan masa lalu, melainkan bagian dari identitas yang perlu terus dirawat. Siswi SMA Darma Yudha tersebut memiliki ketertarikan mendalam pada keberagaman budaya Nusantara.

"Saya suka hal-hal yang berhubungan dengan budaya, terutama budaya Indonesia yang sangat beragam. Sehingga salah satu cara saya untuk melestarikan, mengenal, dan menyebarluaskan budaya tersebut adalah dengan mendalami tari tradisi," ungkap Quin.
Ada banyak pengalamannya menampilkan tari tradisi di berbagai tempat. Awalnya memang di sekolah tapi ia membawa keindahan seni tari ke ruang publik yang lebih luas.
"Umumnya tampil di sekolah, tapi selain di sekolah, saya juga pernah tampil di mall untuk mengisi acara," kenangnya.
Penyuka warna pastel awalnya menaruh perhatian besar pada tari khas Sunda, yaitu Jaipong. Tarian ini memikat hatinya karena berhasil merepresentasikan karakter wanita yang energik, lincah, dan berani.
Namun selama latihan di sekolah membawanya pada tantangan baru melalui tari tradisi kreasi. Tarian tersebut sebagai bentuk pengembangan tarian daerah yang dimodifikasi agar lebih dinamis dan relevan dengan perkembangan zaman.
Apalagi pembina tari di sekolahnya juga mengajarkan tari tradisi kreasi. Ia semakin terbiasa dan merasa tertantang dengan tarian yang diciptakan.
"Awalnya paling suka dengan tarian khas Sunda yaitu jaipong. Karena jaipongan menunjukkan kelincahan, keberanian, dan energik dari karakter wanita. Tapi sekarang belajar tari tradisi kreasi," ulasnya.
Selain sibuk belajar tari, Quin belakangan ini fokus menjaga kesehatan sehingga banyak mengkonsumsi makanan yang sehat seperti salad. Ia juga menyantap masakan rumah yang sederhana.

Kecintaan pada dunia tari juga mendorong Quin untuk memikirkan masa depannya di bidang seni. Meski bercita-cita tinggi, ia tetap bersikap realistis dalam mengamati peluang karier di era modern.
"Untuk ke depannya sangat ingin menyeriusi tari, tetapi dilihat dari potensi ke depannya di industri global saat ini, sepertinya akan menjadi pertimbangan lebih," tuturnya. (redaksi)