Tim Basarnas Pekanbaru dan unsur gabungan terus melakukan upaya pencarian terhadap korban insiden kapal kayu di Perairan Tanjung Medang, Kabupaten Bengkalis. Foto/Basarnas Pekanbaru
PEKANLIVE.COM,PEKANBARU- Proses pencarian korban insiden kapal kayu di Perairan Tanjung Medang, Kabupaten Bengkalis masih berlangsung hingga, Sabtu (25/1/2020). Ada sembilan korban insiden kapal yang diduga pengangkut Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Ilegal masih hilang.
Proses pencarian pada hari ini juga belum membuahkan hasil. Upaya tim mencari korban juga sempat terkendala pada Sabtu pagi.
Kondisi ini lantaran cuaca di Perairan Tanjung Medang tidak bersahabat. Kondisi cuaca di sekitar kawasan itu sempat memburuk.
"Kita lakukan lebih siang karena kondisi cuaca," jelas Kepala Basarnas Pekanbaru, Ishak, Sabtu.
Ada sekitar sembilan korban lagi belum ditemukan. Jumlah korban yang hilang pasca insiden mencapai sepuluh orang.
Proses pencarian sudah berlangsung selama empat hari. Upaya pencarian oleh Tim Basarnas bersama tim gabungan belum membuahkan hasil hingga saat ini.
"Upaya pencarian masih dilakukan hingga kini," terang Kepala Basarnas Pekanbaru Ishak, Sabtu.
Saat ini upaya pencarian masih terus dilakukan. Tim baru menemukan satu dari sepuluh jasad korban insiden kapal kayu tersebut pada, Kamis (23/1/2020) kemarin.
Kapal kayu yang mengalami insiden ini mengangkut 20 orang menuju Malaysia. Mereka menempuh jalur ilegal untuk menuju negeri jiran pada Selasa lalu.
Namun kapal pengangkut mengalami kebocoran di Perairan Tanjung Medang. Hanya sepuluh orang berhasil menyelamatkn diri. (redaksi)