PEKANLIVE.COM,PEKANBARU- Pandemi covid-19 berdampak terhadap seluruh sektor. Satu di antaranya sektor ekonomi sehingga Pemerintah Kota Pekanbaru berupaya melakukan pemulihan ekonomi yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

Walikota Pekanbaru, Dr. H. Firdaus, ST, MT bersama jajaran melakukan serangkaian bahasan terhadap Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tingkat kota Pekanbaru. Bahasan ini menjadi perhatian serius Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru, Alek Kurniawan, SP, M.Si. Alek pun menyusun berbagai kebijakan strategis di bidang ketahanan pangan.
Alek menjadi Koordinator Bidang Pertanian, Peternakan dan Ketahanan Pangan dalam Tim PEN tingkat Kota Pekanbaru. Ada sejumlah kebijakan strategis Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Ketahanan Pangan.
Dirinya menyebut bahwa daerah dapat mewujudkannya lewat optimalisasi investasi, belanja pemerintah, konsumsi masyarakat dan ekspor impor. Alek menyebut pemerintah melakukan optimalisasi penyediaan dana untuk belanja pemerintah.
Prioritas belanja pemerintah saat ini harus yang bermuara kepada pemulihan ekonomi nasional. Dirinya menegaskan bahwa ketahanan pangan selalu menjadi isu strategis. Ia menyebut bahwa perlakuan kepada sektor pangan harus memadai kalau ingin pangan berdaulat.
Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling utama dan pemenuhannya merupakan bagian dari hak asasi manusia yang dijamin dalam konstitusi sebagai komponen dasar untuk mewujudkan sumberdaya manusia yang berkualitas. Alek menguraikan langkah-langkah kongret strategisnya di tengah segala keterbatasan dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional.
Alek menguraikan dalam tiga kelompok besar yaitu ketersediaan dan kerawanan pangan, distribusi dan cadangan pangan serta konsumsi dan keamanan pangan. Untuk menjamin ketesediaan pangan dan mencegah kerawanan pangan, pihaknya bersama instansi terkait terus menggesa optimalisasi belanja kegiatan strategis.
Kegiatan itu di antaranya peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani dan pelaku usaha pangan. Alek menilai kegiatan ini diwujudkan melalui pemberdayaan masyarakat lewat Pengembangan Kawasan Mandiri Pangan dan Pekarangan Pangan Lestari (P2L).
Saat ini sektor pertanian masih dibangun oleh petani dengan skala usaha yang relatif kecil. Keadaan pelaku usaha pertanian tersebut setiap tahun semakin bertambah jumlahnya dengan tingkat kesejahteraan yang masih rendah.
Skala usaha pertanian yang kecil menghambat petani meningkatkan pendapatannya sehingga sulit keluar dari lingkaran kemiskinan. Maka peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani dan Pelaku usaha pangan mutlak harus dilakukan.
Program strategis yang telah dilakukan di Dinas Ketahanan Pangan dalam rangka mengoptimalkan sektor ini adalah melalui Kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dan Pengembangan Kawasan Mandiri Pangan (KAMAPAN). Optimalisasi kegiatan P2L diarahkan melalui penyaluran stimulus bantuan untuk aktualisasi pemanfaatan lahan pekarangan secara optimal untuk pengembangan ketersediaan pangan yang beraneka ragam pada setiap rumah tangga dalam suatu kawasan.
Objek penerima manfaat adalah kelompok wanita tani. Selanjutnya dalam skala yang agak besar, pihaknya menyukseskan program Kawasan mandiri pangan adalah Kawasan yang di bangun dengan melibatkan keterwakilan masyarakat dalam rangka meningkatkan pengelolaan kelembagaan masyarakat untuk ketahanan pangan masyarakat.
Kegiatan saat ini berupa pemberian bibit tanaman, infrastruktur dan belanja pendukung kegiatan penumbuhan terhadap kelompok tani. Ada puluhan kelompok tani atau kelompok wanita tani yang sudah menerima dukungann ini. Dana kegiatan ini bersumber dari APBD dengan penguatan dari Dana DID tambahan dan Dana DAK Non Fisik Ketahanan Pangan dan Pertanian.
Pihaknya berupaya untuk memberi stimulus kepada seluruhbkelompok tani yang ada di Kota Pekanbaru. Pelaku bisnis pertanian kebanyakan para petani dan pengusaha kecil yang bisa berhimpun dalam organisasi ekonomi yang kuat maka akan memberi kesejahteraan bagi masyarakat dan bangsanya.
Pemberdayaan kelembagaan kelompok tani merupakan serangkaian upaya yang sistematis, konsisten dan berkelanjutan untuk meningkatkan daya adaptasi dan inovasi petani guna memanfaatkan teknologi secara optimal dalam bingkai aturan main yang ada untuk mencapai tujuan bersama secara lebih efisien. Alek menyebutkan bahwa ada sejumlah program strategis seperti outlet puan berseri, Pekan Pangan Madani dan mendorong pemanfaatan sumber daya pangan lokal melalui konsumsi pangan lokal dalam egiatan di Instansi pemerintahan dan instansi lainnya.
Pemanfaatkan outlet pangan PUAN BERSERI, Kegiatan Pekan Pangan Madani dan mendukung penuh Pembentukan PT. Sarana Pangan Madani sebagai BUMD. Alek mendorong terciptanya pengembangan korporasi usaha tani hulu hilir. Pihaknya juga melakukan revitalisasi kelembagaan pangan melalui Outlet Pangan PUAN BERSERI dan Pekan Pangan Madani yang selanjutnya lebih dikenal dengan nama PPM.
Mereka juga mendukung penuh terbentuknya PT. SPM menjadi BUMD Kota Pekanbaru. Outlet pangan PUAN BERSERI atau Pemasaran Usahan Pangan Bersama Secara Lestari didirikan pada dasarnya bertujuan untuk menyediakan bahan pangan dari produk segar dan produk olahan yang terjangkau bagi masyarakat yang disediakan langsung oleh binaan Ketapang melalui kelompok tani serta UMKM di bidang Pangan, BULOG dan vendor lainnya.
Sementara PPM yaitu sarana tempat menjual produk pangan segar dan olahan dari para kelompok tani, UMKM dan pegiat Usaha Pangan lainnya yang di taja secara rutin setiap pekannya pada Kamia di Kantor Dinas Ketahanan Pangan pada pukul 08.00 - 12.00 WIB. Pihaknya jug melakukan optimalisasi kegiatan Pengadaan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) dalam hal ini adalah komoditas beras.
Mereka berupaya menjaga ketahanan pangan pada saat tanggap darurat pandemi covid-19 dalam rangka peningkatan kesiapan pangan untuk menghadapi dampak pandemi covid-19. Eks Sekretaris DPRD Kota Pekanbaru ini melanjutkan usaha yang dioptimalkan lainnya melalui Pengawasan keamanan Pangan Segar.
Pihaknya melakukan pengawasan lewat uji residu pestisida pangan segar asal tumbuhan menggunakan rapid test kit yang sampelnya diperoleh dari sejumlah pasar di Kota Pekanbaru. Selain itu proyek-proyek strategis yang sudah dituntaskan antara lain dokumen Grand Master Plan Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru dan Grand Master Plan Kawasan siCANTIG (Lokasi Cadangan Pangan Terintegrasi).
Dua dokumen induk ini akan menjadi acuan dalam pengembangan kegiatan ketahanan pangan kedepannya dan pelaksanaan kegiatan strategis penguatan lumbung pangan yang memiliki nilai edukasi dan entertainment (edutainment). Untuk siCANTIG sendiri merupakan suatu bentuk usaha Pemerintah Kota dalam memberikan edukasi dan sosialisasi sekaligus infrastruktur wisata pertanian yang mengedepan pembelajaran (edukasi) serta wisata agro yang menarik (entertainment).
Alek menerangkan bahwa Luas Kawasan dimaksud adalah 5 hektar yang terletak di kelurahan Agrowisata Kec. Rumbai Kota Pekanbaru. Kawasan siCANTIG merupakan kawasan agrowisata, lokasi pembelajaran budidaya pertanian, peternakan dan perikanan, ditengah kawasan dibuat miniatur Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), juga ada Lumbung Pangan dan pengolahan pangan.
Serangkaian kegiatan itu melahirkan inovasi yang dinamakan dengan sebutan siTANGAN alias Sistem Manajemen Informasi Ketahanan Pangan. Sistem Manajemen Informasi Pangan ini dibangun untuk menyediakan data dan informasi pangan yang valid dan terkini secara cepat melalui teknologi informasi sehingga memudahkan institusi maupun masyarakat luas dapat mengakses informasi pangan tersebut dengan cepat.
Di kesempatan berikutnya, Alek juga sangat mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan OPD mitra semisalnya oleh Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru yang juga ikut berpartisipasi melakukan pendampingan, penyuluhan, pemberdayaan masyarakat dengan nilai stimulus dalam skala yang lebih besar lagi. (ADV)