PEKANLIVE.COM,PEKANBARU- Anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Muhammad Sabarudi menuntaskan reses pada Senin (9/3/2020) sore. Ia menutup reses dengan menjaring aspirasi di lapangan Gang Tebing Tinggi, Jalan Thamrin.
Ia sempat berdialog dengan masyarakat di Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Sail, Kota Pekanbaru. Mereka masih dihantui oleh banjir saat hujan datang.
Pemukiman mereka berada di aliran Sungai Sail. Mereka pun harus menyelamatkan barang-barang saat banjir datang.
Sabarudi menyebut bahwa kawasan itu sudah cukup lama menjadi langganan banjir. Satu permasalahan yakni drainase induk di kawasan itu.
Permasalahan ini bakal ditindaklanjuti bersama dinas terkait. Apalagi masyarakat mengaku genangan banjir cukup tinggi.
Politisi PKS ini mendorong agar permasalahan ini tuntas. Ia tidak ingin ada korban akibat banjir yang sudah terjadi setiap tahun di kawasan itu.
Sabarudi bakal memasukkannya dalam e reses lantas masuk ke e pokir. "Setelah masuk sistem, nantinya masuk proses perencanaan. Kita dorong ini jadi prioritas saat membahas APBD tahun depan," terangnya.
Permasalahan lainnya yang jadi catatan dalam reses Sabarudi adalah jalan rusak hingga KTP elektronik yang belum cetak. Ia pun berupaya menindaklanjuti permasalahan ini satu persatu bersama dinas terkait.
Camat Sail, Fachruddin Panggabean mengucapkan terima kasih atas kedatangan Sabarudi. Ia menyebut masyarakat antusias datang dalam reses karena bisa menyampaikan langsung aspirasinya.
Apalagi Sabarudi menjadi satu-satunya anggota dewan yang menggelar reses keduanya tahun 2020 di Kecamatan Sail. Masyarakat pun menyampaikan aspirasinya kepada anggota dewan.
"Kita berharap nantinya aspirasi bisa ditindaklanjuti bersama," ulasnya.
Sebelumnya, Sabarudi menggelar reses di RW 13 Kelurahan Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya, Sabtu (7/3/2020) sore. Ia mengajak masyarakat untuk mendaur ulang sampah.
Sabarudi menilai sampah yang ada bisa dimanfaatkan. Bahkan bisa bernilai ekonomis.
"Sampah bisa bisa didaur ulang, agar bisa bernilai ekonomis dan tidak menumpuk," terangnya.
Sabarudi tidak menampik bahwa masalah sampah yang menumpuk masih terjadi. Saat ia berbincang dengan masyarakat di Lapangan MDA, Gang AM II, Jalan Sail, Kelurahan Rejosari, permasalahan sampah jadi aspirasi masyarakat.
Mereka mengeluhkan sampah yang menumpuk. Kondisi ini membuat tumpukan sampah berbau dan mengganggu masyarakat.
Sabarudi mengaku sudah melakukan kordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru. Ia mendorong pemerintah mendukung upaya daur ulang sampah di rumah tangga.
"Perlu ada stimulus dari pemerintah, agar masyarakat bisa mendaur ulang sampah," ulasnya.
Sabarudi juga berharap nantinya ada bank sampah di tiap kelurahan. Masyarakat pun bakal semangat untuk mengantar sampah karena sampahnya bernilai ekonomis.
Sabarudi bakal menyampaikan persoalan angkutan sampah. Masyarakat berharap ada sejumlah bak sampah yang berada di titik tertentu.
Truk angkutan sampah bisa diangkut sesuai jadwal. Masyarakat pun tidak kesulitan mencari tempat untuk membuang sampah.
Masyarakat juga menyampaikan sejumlah aspirasi. Mereka menyampaikan kondisi jalan yang sudah rapuh dan butuh perbaikan.
Sabarudi juga menggelar reses di kawasan Perumahan Permata Bukit Raya, Jalan Bakti Husada, Kelurahan Pebatuan pada Sabtu malam.(redaksi)