PEKANLIVE.COM, PEKANBARU- Pj Wali Kota Pekanbaru, Muflihun menegaskan bahwa pemerintah kota berkomitmen menuntaskan satu persatu permasalahan di Kota Pekanbaru. Pemerintah kota menyusun program prioritas dalam 100 hari kerja.

Ada tiga prioritas yang harus segera dibenahi di antaranya pengurangan titik banjir, pembenahan pengelolaan persampahan, dan perbaikan jalan rusak. Ketiga program tersebut merupakan bentuk strategis pelayanan pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat.
Muflihun mengajak masyarakat ikut dalam upaya menyelesaikan permasalahan kota ini. Hal itu seiring momen HUT Pekanbaru kali ini yang mengusung tema Pekanbaru Bertuah, Bangkit Bersinergi Menuju Smartcity Madani.
Dirinya juga menyampaikan bahwa Kota Pekanbaru sedang berupaya agar bisa meraih kembali Piala Adipura. Penuntasan masalah sampah pun menjadi satu program prioritas Pemerintah Kota Pekanbaru pada momen HUT Pekanbaru kali ini.
"Ini merupakan program prioritas kita saat ini adalah upaya menuntaskan permasalahan sampah di wilayah kota," ujarnya.
Ada sinergi dari semua pihak tentu mendorong upaya menuntaskan permasalahan kota. Ia menyebut bahwa pemerintah kota. konsisten dalam menggesa program priortas.
"Kita mengajak semua pihak, tanpa ada dukungan semua pihak tentu kita tidak bisa menuntaskan permasalahan ini satu persatu," paparnya.

Pembenahan berbagai infrastuktur di berbagai sektor juga jadi perhatian. Ia juga menyadari bahwa permasalahan anggaran pemerinta kota juga menjadi perhatian khusus.
Dirinya pun mendorong kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar bisa meningkatkan pendapatan daerah. Adanya kebijakan ini tentu bisa menggenjot pendapatan daerah tentu bisa terhindar dari defisit anggaran.
Muflihun juga menyampaikan bahwa pemerintah kota juga mendorong upaya pemulihan ekonomi akibat pandemi covid-19. Ia menyadari bahwa pandemi memberi dampak dan tekanan ke terhadap semua sektor.
Dirinya menilai upaya pemulihan ekonomi dilakukan dengan mendorong pengembangan UMKM agar pemulihan berlangsung secara efisien. Ia menyebut bahwa nantinya OPD yang berhadapan langsung dengan pelaku UMKM bisa memberi akses pengembangan UMKM agar berinovasi dan memiliki produk unggulan daerah.
Muflihun menyampaikan bahwa Kota Pekanbaru telah mengalami kemajuan yang sangat pesat, terutama di bidang perekonomian dan insfrastruktur. Kemajuan yang dicapai saat ini dapat dilihat sebagai wujud kualitas visi maupun perencanaan yang telah ditetapkan.
Visi daerah Kota Pekanbaru merupakan pedoman penentu arah pembangunan jangka panjang panjang yakni 20 tahun yang ditetapkan melalui Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) tahun 2005-2025). Hal ini guna mewujudkan Kota Pekanbaru sebagai pusat perdagangan, jasa, pendidikan, dan kebudayaan Melayu berlandaskan iman dan takwa.
Pemerintah kota bersama masyarakat telah berhasil mengantarkan Pekanbaru menjadi salah satu kota terkemuka di Indonesia. Kota ini bukan saja berkembang dalam batas administrasi menjadi sebuah kota metropolitan.
Muflihun menyampaikan bahwa usai dirinya dilantik pada 23 Mei 2022 lalu oleh Gubernur Riau, ia terus berupaya menuntaskan satu persatu permasalahan di Kota Pekanbaru. Ia menyebut langkah pertama adalah menginventarisasi masalah di Pekanbaru.
Muflihun berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD), camat, dan lurah guna mendeteksi masalah yang ada, mencari tahu penyebab, dan penyelesaiannya.(ADV)