Program Kerja Mahasiswa Kukerta UR 2024 di Desa Pangkalan Batang Barat, Inovasi Pengolahan Limbah Plastik Jadi Paving Block
Mahasiswa Kukerta UR 2024 di Desa Pangkalan Batang Barat, Kabupaten Bengkalis foto bersama. Foto/Ist

PEKANLIVE.COM,BENGKALIS- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau menggelar sosialisasi yang inovatif dan berwawasan lingkungan berjudul Sosialisasi Paving Block dari Sampah Plastik : Solusi Ramah Lingkungan. Kegiatan berlangsung di Desa Pangkalan Batang Barat, Kabupaten Bengkalis.

Acara ini merupakan bagian dari program yang diinisiasi oleh sekelompok mahasiswa dari Universitas Riau. Kegiatan yang berlangsung pada 11 Agustus 2024 ini dihadiri oleh kepala desa, tokoh masyarakat dan warga setempat yang sangat antusias untuk ikut dalam acara itu.

Tujuan utama dari sosialisasi ini adalah untuk memperkenalkan metode pembuatan paving block menggunakan sampah plastik. Inovasi ini tidak hanya dapat mengurangi dampak pencemaran lingkungan tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi desa.

Para mahasiswa kukerta melakukab presentasi bagaimana sampah plastik yang sering kali menjadi masalah besar di masyarakat. Namun dapat diolah menjadi paving block yang berkualitas.

Paving block ini diharapkan dapat digunakan dalam pembangunan infrastruktur desa, seperti jalan dan trotoar, serta mengurangi volume sampah plastik yang mencemari lingkungan. Kegiatan Program Kerja Mahasiswa Kukerta Universitas Riau ini merupakan bentuk pengabdian di Desa Pangkalan Batang Barat, Kacamata Bengkalis, Kabupaten Bengkalis.

“Melalui sosialisasi ini, kami ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa sampah plastik bisa diubah menjadi sesuatu yang berguna dan bernilai. Proses ini tidak hanya membantu mengurangi sampah plastik tetapi juga berpotensi meningkatkan pendapatan desa melalui pembuatan paving block,” ujar Farid Bimo Nugraha, salah satu mahasiswa Kukerta yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Kepala PJ Desa Pangkalan Batang Barat, Marvin Samudera, menyambut baik inisiatif ini. “Kami sangat mendukung program ini karena tidak hanya berfokus pada pelestarian lingkungan, tetapi juga memberikan peluang bagi pengembangan ekonomi lokal. Kami berharap kegiatan ini dapat berlanjut dan memberikan manfaat jangka panjang bagi desa kami,” paparnya.

Selama sosialisasi, peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan teoritis tetapi juga terlibat dalam sesi praktek langsung (demonstrasi). Mereka diajarkan cara mengumpulkan dan memilah sampah plastik, serta teknik pembuatan paving block.

Dengan pelatihan ini, diharapkan masyarakat dapat mempraktikkan dan mengimplementasikan metode tersebut secara mandiri. Acara ini diakhiri dengan diskusi tentang kemungkinan pengelolaan proyek ini melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Dengan adanya BUMDes, proyek ini diharapkan dapat dikelola secara berkelanjutan, menciptakan lapangan pekerjaan baru, dan meningkatkan pendapatan desa. Program ini merupakan contoh konkret bagaimana inovasi dapat diterapkan untuk mengatasi masalah lingkungan sekaligus memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal.

Dengan dukungan penuh dari masyarakat dan pihak desa, diharapkan pembuatan paving block dari sampah plastik dapat terus berkembang dan menjadi model yang dapat diadopsi oleh desa-desa lain. (rilis)