PEKANLIVE.COM,PEKANBARU- Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Pekanbaru kembali mengusulkan ratusan orang untuk masuk dalam program kartu pra kerja. Mereka mengusulkan sebanyak 487 orang pada usulan tahap II ini.
"Mereka yang diusulkan adalah pekerja yang terkena dampak covid-19," terang Kepala Disnaker Kota Pekanbaru, Johnny Sarikoen, Kamis (9/4/2020).
Johnny menjelaskan bahwa pemerintah kota sudah memberi usulan tahap I. Mereka mengusulkan calon penerima sebanyak 2.597 orang.
Ia menyebut para penerima kartu pra kerja merupakan pekerja sektor formal korban PHK. Ada juga pekerja harian di sektor informal, korban PHK dan kesulitan usaha.
UMKM dan koperasi yang mengalami kesulitan ekonomi juga memperoleh stimulus. Penerima kartu pra kerja bakal menrrima Rp 3.550.000.
Rinciannya yakni Rp 1 juta untuk pelatihan online. Rp 600.000/bulan selama empat bulan untuk insentif. Ada Rp 50.000 per survei sebanyak tiga kali survei.
Ia menjelaskan data penerima kartu ini berasal dari berbagai sumber. Pekerja formal berasal dari data BP Jamsostek dan Kementrian Tenaga Kerja.
Sedangkan pekerja informal, datanya bersumber dari berbagai sumber yang dikompilasi agar valid dan akurat.
Hal ini bertujuan agar tidak ada duplikasi. "Sedang data UMKM dan koperasi bersumber dari Kementrian Koperasi UMKM, data PNM dan lainnya," ulasnya.
Ia menyebut proses pendaftarannya ada dua cara. Cara pertama yakni secara tertutup hanya yang termasuk dalam database.
Mereka bisa ikut program keterampilan. Mereka yang terdaftar tidak terbuka untuk semua pihak.
"Ada juga yang terbuka secara terbatas, jadi terbuka untuk siapa pun yang memenuhi syarat. Namun akan ada proses verifikasi dan assesment," paparnya.(redaksi)