PEKANLIVE.COM,PEKANBARU-Dinas Komunikasi, Informasi, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Kota Pekanbaru analisa statistik perkembangan kasus covid-19 di Kota Pekanbaru. Mereka memprediksi kasus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terakhir pada 12 Juni 2020.
Sesuai analisa statistik, setelah ini tidak ada lagi PDP. Penurunan grafik pertumbuhan PDP sudah terlihat sejak 17 April 2020.
Saat pemberlakuan PSBB ada penurunan di grafik terlihat karena kebijakan pra PSSB. Pembatasan aktivitas masyarakat sudah dilakukan sejak 23 Maret 2020.
"Jadi ada kebijakan pra PSBB yang ikut menekan pertumbuhan PDP," ujar Kepala Diskominfosantik Kota Pekanbaru, Firmansyah Eka Putra setelah rapat evaluasi PSBB, Kamis (30/4/2020).
Prediksi ini mengambil data dari 3 Maret 2020 hingga 27 April 2020. Ia menyebut secara akumulasi kasus PDP di Kota Pekanbaru tren peningkatan dengan keyakin 99,85 persen.
Namun pertumbuhan PDP menurun dengan tingkat keyakinan 76,4 persen. Akumulasi PDP memang mengalami kenaikan, tapi pertumbuhannya melambat pada 23 April 2020.
Eka menyebut bahwa April 2020 adalah puncak dari pertumbuhan PDP di Kota Pekanbaru. Tren kasus PDP setiap harinya turun dari 18 kasus menjadi 11 kasus.
Akumulasi kasus positif memang meningkat dengan tingkat keyakinan 99,16 persen. Sedangkan pertumbuhan kasus positif menurun dengan tingkat keyakinan 23,33 persen.
"Jadi ini estimasi statistik, kita sudah melewati puncak pertumbuhan pada 23 April 2020 kemarin," paparnya.
Walikota Pekanbaru, Firdaus MT pun mengajak masyarakat agar tetap disiplin melakukan physical distancing. Mereka juga harus tetap di rumah untuk sementara.
Saat bepergian pun harus mengenakan masker dan mengikuti protokol kesehatan. Ia berharap nanti tetap disiplin dalam masa perpanjangan PSBB.
"Jadi prediksi ini bisa terjadi bila masyatakat mampu melaksanakan PsBB secara ketat dan disiplin," paparnya.(redaksi)