Suasana rapid test di Kelurahan Sialang Munggu, Kecamatan Tampan beberapa waktu lalu. Foto/Pekanlive.com
PEKANLIVE.COM,PEKANBARU- Aktivitas masyarakat di Kota Pekanbaru cendrung meningkat pada momen Idul Fitri 1441. Mereka tidak cuma beraktivitas di pusat perbelanjaan.
Ada sejumlah masyarakat masih menggelar shalat ied di masjid dan lapangan dalam pandemi covid-19. Kondisi ini berpotensi membuat kasus covid-19 di Kota Pekanbaru meningkat dalam 14 hari mendatang.
Walikota Pekanbaru, Firdaus menyebut bahwa pemerintah bersiap bila nanti ada peningkatan kasus covid-19 pasca Idul Fitri. Persiapan ini setelah melihat aktivitas masyarakat satu pekan lalu.
Mereka juga mengantisipasi adanya rembesan mudik lebaran. Keberadaan rembesan mudik akibat adanya warga yang tetap memaksa mudik Lebaran 2020 dalam pandemi covid-19.
"Perkiraaan meningkat kasus covid ya bisa saja. Karena kita melihat masyarakat banyak beraktivitas di luar rumah saat 1 Syawal," ujarnya, Selasa (26/5/2020).
Firdaus tidak menampik frekuensi aktivitas masyarakat cukup tinggi saat lebaran. Apalagi ada sejumlah masyarakat yang tetap memilih mudik di wilayah sekitar Riau atau ke daerah luar Riau.
"Maka rembesan mudik arus balik bakal kita antisipasi, kita waspada," terangnya.
Firdaus pun mendorong agar tim kesehatan bisa menggelar rapid test bagi masyarakat yang tetap memaksa mudik ke kampung halaman. Ia pun mengajak masyarakat yang tetap mudik untuk pro aktif memeriksakan diri dan ikut rapid test.
Rapid test nantinya masih fokus di zona merah covid-19. Upaya ini untuk mencegah penyebaran covid-19 sejak dini. (redaksi)